---------------------------- Original Message ---------------------------- Subject: Re: free programmer=ateis yg unjuk kesalehan? From:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Date: Sat, December 26, 2009 1:38 am
Catatan: hanya ada dua perbedaan kecil antara posting ini dengan e-mail aslinya. Pertama adalah pemakaian quote (bukan escape sequence HTML), dan kedua penggantian Hugo Sanchez dengan Chavez. Yang kedua ini adalah koreksi atas kesalahan saya. --------------------------------------------------------------------------
Halo Bung,
> Saya baru aja baca tulisan Anda di PC Media, 'Mengapa Membuat Free Software?' Jujur saya geli membacanya. Anda semestinya malu dengan hipotesis tak berdasar itu. Jika sosiolog membaca tulisan tersebut, mereka pasti akan tertawa, karena itu tak ubahnya pameran kebodohan >(show of ignorence) yang sering dipertontonkan orang-orang sok tahu.
Saya kawatir Anda yang pamer kebodohan. Sosiolog juga tahu kebenaran umum (walau bukan mutlak) tentang hirarki kebutuhan manusia. Kebutuhan pada puncak tertinggi adalah kebutuhan aktualitas, bukan lagi kebutuhan akan sandang pangan keamanan dan lain-lain.
Beberapa (banyak) programmer adalah orang-orang yang sudah pada tingkat seperti itu, karena kegigihan hati [walau belum kaya], dan/atau karena sudah kaya raya. Menggratiskan sesuatu adalah bentuk aktualitas. DiIndonesiapun ada orang-orang yang membagikan uang secara gratis saat lebaran, saat hari Natal [mantan Gubernur Sumatera Utara, Rudolf Pardede].